Antara lurus dan belok-belok

Jalan hidup itu sebenarnya lurus. Datangnya dugaan itu umpama merentangi jalan yang tersedia terbentang di hadapan lalu membuatkan jalan lurus itu menjadi berliku, bersimpang-siur dan berbelok-belok.

Jalan yang berliku, bersimpang-siur dan berbelok-belok itu dirumitkan lagi dengan datangnya dugaan baru lalu merentangi jalan yang tersedia berliku, bersimpang-siur dan berbelok-belok itu. Daripada jalan lurus yang cuma jaraknya 100m yang mampu tiba ke destinasi penghujungnya dalam masa kurang lebih 20 saat andai berlari pecut, dan mungkin kurang daripada 10 saat andai kau adalah Usain Bolt.

Tapi kau bukan Usain Bolt.

Jalan lurus itu mungkin lurus aja. Dengan diteduhi pokok yang merimbun di kiri dan kanan jalannya. Indah, nyaman, begitu mudah dan selesa.

Jalan berliku, bersimpang-siur dan berbelok-belok itu berlainan sekali bagai langit dan bumi. Mungkin kau akan melalui denai dan jalan berlopak. Mungkin terpaksa menempuh hutan belantara dan aliran sungai. Mungkin akan bertemu hidupan hutan dan tumbuhan yang tak mungkin kau perolehi dengan melalui jalan yang lurus itu.

Jalan setiap orang berbeda. Jalan yang berliku, bersimpang-siur dan berbelok-belok itulah yang akan memberikan pengalaman berharga dan mematangkan usia sebelum sampai ke destinasi sana.

Ngerti?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s