Kau pergi..

Perginya tak kembali, pergi menyambut seruan Illahi. Benar, setiap insan akan dijemput pulang. Cuma masa dan ketika akan berbeda. Mati itu pasti.

Hingga ke saat usia menjejak ke-26 tahun ini gua masih belum terasa kepahitan dan keperitan ditinggalkan ahli keluarga yang terdekat. Syukur dengan usia yang Dia pinjamkan. Kerna semustinya, jiwa yang lemah ini tak mungkin dapat menerima berita pemergian tersebut.

Tak tahu macham mana nak berhadap dengan hari-hari mendatang tanpa orang tersayang, memikirkan akan kehilangannya saja sudah bisa membuatkan sesak dada. Apatah lagi andai tiba masa dan ketikanya. Kelam rasanya seluruh alam. Ahh..gua tidak kuat menerima ketentuan itu.

Setiap kali memikirkannya, gua menjadi takut. Gua menjadi risau. Detik itu sentiasa berlalu, dan terus dihitung. Mak selalu berpesan, buatlah amal ibadat selagi nyawa dikandung badan kerna kita tak tahu bilakah nyawa kita akan dicabut oleh Tuhan. Dalam sehari, Izrail melawat 70 kali.

Sudah cukupkah amal dan ibadat sebagai bekalan?

Kerna ajal bukanlah hanya untuk mereka yang berumur sahaja, ajal tak kira itu semua. Terlalu kerdil diri ini dirasakan.

Arwah, dalam kenangan. Semoga Allah mencucuri Rahmat ke atas rohnya dan ditempatkan di kalangan para soleh.

Walau hanya sekelumit memori yang tercipta, namun pemergiannya sangat dirasai. Akan dinda abadikan kenangan ‘persandingan’ kita di Kelana Jaya di suatu sudut hati yang paling dalam.

Al-Fatihah.

4 thoughts on “Kau pergi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s