A/S/L?

Dulu gua pernah kata, gua tak dapat hidup tanpa YM. Walaupun tiada siapa yang sudi menyapa, tapi gua bahagia melihatkan emoticon bulat sambil tersenyum itu menyala terang dengan warna kuning. YM jugak jadi penghubung gua dengan Mr.K.

Gua hantu chatting. Pernah dulu masa di sekolah, gua sanggup ke cyber café semata-mata untuk chatting di iRC. Ketagih. Berjam-jam di situ. Berpuluh-puluh ringgit dihabiskan setiap hari. Entah, walaupun hanya bertegur sapa dengan seorang yang gua tidak kenal, tapi rasa begitu teruja. Teruja bila boleh berkongsi semuanya tanpa ada rasa prejudis. Apa nak susah, dia bukannya kenal gua, dan gua bukannya kenal dia.

Itu dulu.

Sekarang keterujaan itu sudah lenyap sama sekali. Tiada lagi keseronokan seperti gua rasai sewaktu di bangku sekolah. Gua rimas bila diaju soalan, “Buat apa?”, “Tinggal di mana?”, “Area mana?”, “Kerja di mana?”.

Sama seperti betapa rimasnya bila diajukan soalan, “A/S/L?” di iRC dahulu.

Mungkin kerna usia sudah menginjak tua. Cukup sekadar berbual dengan teman-teman rapat di Skype. YM juga tidak lagi menyala galak seperti dahulunya.

2 thoughts on “A/S/L?

  1. ya…gua pun sama..dulu, asal buka mata ngadap pc – chat, now dah terasa sangat kekertuan dengan ym dan chatting hehehehe
    berkenalan dengan hubby pun kot ym..hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s