wali-wali keramat..pada mereka kita beri hormat

4 hari bercoti dirasakan terlalu singkat. Sekejapan amat. Tak dapat nak lepaskan rindu-dendam yang bersarang di dalam hati. Masa seakan-akan cemburu. Pantas benar ia berlari.

Ibu tua itu kurang sihat. Badannya bisa-bisa. Begitulah . Tiap kali ditanya, katanya “Alhamdulillah, sihat. Sihat orang tua.”

Tapi kali ini terasa sayu benar di hati. Wajahnya gumbira taktala melihatkan anaknya ini pulang ke rumah. Seperti banyak benar yang ingin diluahkan. Banyak benar yang ingin diadu. Kisah hati seorang ibu tua. Banyak yang dipendam. Banyak yang ditelan sendiri.

Badannya jua kian susut. Usianya bakal menjengah ke angka 53, tubuhnya makin kendur. Wajahnya jelas terlihat kedutan, kelopak matanya jua tidak lagi secekang dahulu. Rambutnya kian menipis, giginya kian rompong, dan matanya kian kabur.

Begitulah keadaan badan seorang tua yang membanting tulang empat kerat di usia mudanya. Kalau dibandingkan dengan mereka-meraka yang dalam usia lingkungan yang sama, nampak benar bedanya. Ibu tua itu bukanlah bekerja di dalam pejabat yang hanya perlu memerah otak seharian. Ibu tua itu bukanlah bekerja dari jam 8 pagi hingga 5 petang seperti yang lainnya. Ibu tua itu bersengkang mata hingga ke dinihari, tidurnya tidak menentu. Hanya untuk mencari rezeki membesarkan anak-anak yang dikasihi.

Dan kesan itu kian jelas kini.

Bukanlah wang ringgit yang diminta untuk membalas jasanya. Cukuplah sekadar hatinya dijaga. Kadang dalam tidak sedar, anak-anak terlalu pantas menginjak dewasa. Sedangkan ibu bapa kita sebenarnya turut sama menginjak tua. Kita terlalu alpa bekerja, dan terlalu leka dengan keluarga sendiri yang baru dibina. Sedangkan mereka semakin sunyi dan sendirian .

Tolehlah ke belakang. Jangan terlalu pantas berlari ke hadapan. Kerna orang tuamu langkahya semakin perlahan, tidak dapat mengejar dan berlari seiring dengan tenaga mudamu.

Gumbirakanlah hati mereka. Sayangilah mereka sepertimana mereka mengasihimu seawal tapak kakimu sebesar jari. Balaslah jasa mereka selagi mereka masih bernyawa.

3 thoughts on “wali-wali keramat..pada mereka kita beri hormat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s