patung

Aku mau berbicara dengannya. Bicara yang tanpa perlu spesifikasi. Bicara tentang apa jua yang bisa diperkata. Mengapa cuaca begitu muram, kisah duhai hati yang gudah dan resah, soal impian dan angan-angan, berkongsi tiap rasa yang kian mencengkam.

Tapi aku kerap disajikan dengan suasana yang sunyi dan bungkam.

Lidah seolah-olah kelu. Yang didengari hanyalah hembusan nafas menandakan nadi masih tidak terhenti.

Adakah aku bukan tempat untuk meluahkan rasa? Adakah aku cuma seperti patung perhiasan yang diletakkan di sebuah ruang yang luas sekadar untuk dipandang tanpa disapa mesra. Ya, aku patung itu. Aku patung itu yang kerap disimbahi hujan air mata. Aku patung itu yang dibiarkan kering tanpa kasih dan perhatian di bawah terik matahari nan membara.

Aku patung itu, yang kian musnah perlahan-lahan.

5 thoughts on “patung

  1. ermmm…sebagai insan yg punya hati & perasaan…mmg amat menyedihkn bila kehadiran tak di hargai..di sisih… Spt seolah2 tiada langsung kewujudannya….segala yg ada di hati di simpan padat di jiwa naluri seorang diri…pedih & terasa amat berat beban yg di tanggung..yea lah umpama berpanas & berhujan seorang diri…..

  2. ::…lo que paso mi amigo ? sendu la iz entry ni.. ya ya ya..i mcham dapat rasa jak apa yg di rasa itu..walau mungken x sama.. ::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s